Kamis, 01 Maret 2012

DAFTAR PERTANYAAN ULANGAN HARIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

M.Nuril Syafaul Karim, S.Pd.

1. Apakah yang dimaksud kalimat efektif? Apa saja ciri-cirinya?

Betulkan kalimat berikut agar menjadi kalimat efektif!

a. Di dalam ulangan harian bahasa Indonesia tidak satu pun mencontek.

b. Pelanggaran kontrak belajar akan dikenai sanksi. Akan menimbulkan permasalahan.

c. Tingkat disiplin pada pembalap yang tinggi memicu terjadinya kemenangan di beberapa event lomba.

d. Kepada hadirin dipersialakan duduk.

e. Waktu dan tempat kami persilakan.

2. Apa yang dimaksud membaca memindai? Bagaimana langkah-langkahnya?

3. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri pidato yang baik (minimal tiga)! Sebutkan dan jelaskan metode pidato! Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap dalam berpidato!

4. Buatlah sinopsis cerita rakyat yang paling kamu sukai! (minimal tiga paragraf)

5. Sebutkan ciri-ciri cerpen yang membedakan dengan novel (minimal tiga)! Apa saja kiat-kiat menulis cerpen (minimal tiga)?

6. Apa saja ciri-ciri paragraf argumentasi? Buatlah paragraf argumentasi dengan tema “Urgensi Pendidikan Agama bagi Generasi Muda”!

Selamat Mengerjakan!

Kertosono, 11 Februari 2012

Guru Mapel,

M. Nuril Syafaul Karim, S.Pd.

DAFTAR PERTANYAAN ULANGAN HARIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

M.Nuril Syafaul Karim, S.Pd.

1. Apakah yang dimaksud kalimat efektif? Apa saja ciri-cirinya?

Betulkan kalimat berikut agar menjadi kalimat efektif!

f. Di dalam ulangan harian bahasa Indonesia itu tidak satu pun mencontek.

g. Pelanggaran kontrak belajar akan dikenai sanksi. Akan menimbulkan permasalahan.

h. Tingkat disiplin pada pembalap yang tinggi memicu terjadinya kemenangan di beberapa event lomba.

i. Kepada hadirin dipersialakan duduk.

j. Waktu dan tempat kami persilakan.

2. Apa yang dimaksud membaca memindai? Bagaimana langkah-langkahnya?

3. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri pidato yang baik (minimal tiga)! Sebutkan dan jelaskan metode pidato! Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap dalam berpidato!

4. Buatlah sinopsis cerita rakyat yang paling kamu sukai! (minimal tiga paragraf)

5. Sebutkan ciri-ciri cerpen yang membedakan dengan novel (minimal tiga)! Apa saja kiat-kiat menulis cerpen (minimal tiga)?

6. Apa saja ciri-ciri paragraf argumentasi? Buatlah paragraf argumentasi dengan tema “Urgensi Pendidikan Agama bagi Generasi Muda”!

Selamat Mengerjakan!

Kertosono, 11 Februari 2012

Guru Mapel,

M. Nuril Syafaul Karim, S.Pd.

RAHASIA BULAN MUHARAM DAN KESUKSESAN PARA NABI

Oleh M. Nuril Syafaul Karim, S.Pd.

RAHASIA BULAN RAMADHAN

Salah satu tanda kebesaran Allah adalah penetapan hitungan setahun menjadi dua belas bulan. Hal ini diabadikan di dalam Al-Quran Surat At-Taubah: 36,

ان عدة الشهور عندالله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السماوات والارض منها اربعة حرم. دلك الدين القيم.

“Sesuangguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram (mulia). Itulah ketetapan agama yang lurus.”

Dua belas bulan yang dimaksud di sini adalah Muharam, Shafar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Ula, Jumadil Akhir, Rojab, Sya’ban, Ramadhan, Dzulqo’dah, dan Dzulhijah. Itulah yang dimaksud dengan bulan-bulan dalam Islam, dan dikategorikan dalam tahun Hijriyah. Berbeda lagi bulan-bulan yang ditetapkan oleh masyarakat awam, meski jumlahnya sama: dua belas bulan, yaitu: Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Hal itu dikategorikan dalam tahun Masehi. Pendek kata, tahun Hijriyah dibuat dan ditetapkan oleh umat Islam, sedangkan tahun Masehi dibuat dan ditetapkan oleh umat di luar Islam.

Antara tahun Hiriyah dengan tahun Masehi pun berbeda jumlahnya. Ada empat bulan yang hurum (mulia), yaitu: Muharam, Rajab, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah. Rojab dikatakan mulia karena pada bulan tersebut ada agenda besar, yakni pelaksanaan Umroh oleh sebagian besar umat Islam yang berada di kawasan timur tengah, dan umat Islam sedunia pada umumnya. Bulan Dzulqo’dah dikatakan mulia karena bulan tersebut umat Islam di seluruh penjuru dunia sedang menyiapkan keberangkatannya ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji. Kemudian, bulan Dzulhijjah dikatakan mulia karena bulan tersebut umat Islam dari segala penjuru dunia berkumpul di Mekah—Madinah untuk melaksanakan ibadah haji, rukun Islam nomor lima. (Membaca dua kalimat syahadat, mendirikan shalat, membayar zakat, melaksanakan puasa di bulan ramadhan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu). Lantas, mengapa bulan Muharam dikatakan sebagai bulan yang mulia? Inilah yang perlu kita ulas bersama-sama.

Kita tahu bahwa bulan yang paling mulia adalah bulan Ramadhan, bulan keberkahan, bulan diterimanya semua amal, dan dihapuskannya semua dosa, bulan dikabulkannya semua doa, bulan diturunkannya kitab suci Al-Quran, bulan yang terdapat satu malam yang melebihi 1000 bulan. Pendek kata, semua umat Islam tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan paling mulia.

Penyebutan empat bulan mulia sebagaimana telah dibacakan dalam Al-Quran Surat At-Taubah: 36 di atas adalah adanya peristiwa/amalan yang luar biasa. Ibadah haji dan umroh adalah amalan yang luar biasa: harus kaya, harus tahu syarat rukunnya, harus kuat fisik dan rohaninya, harus ikhlas dalam menjalankannya. Sekali lagi, peristiwa/amalan luar biasa tersebut ada pada bulan Rojab, Dzulqo’dah, dan Dzulhijjah. Peristiwa luar biasa juga terdapat pada bulan Muharam, dan ini yang menjadi dasar mengapa bulan Muharam dikatakan sebagai bulan mulia.

Pertama, diterima tobatnya Nabi Adam a.s. dan Ibunda Hawa. Adam adalah manusia yang lahir tanpa ayah dan ibu, sedangkan Hawa adalah manusia yang lahir tanpa seorang ibu. Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuk Nabi Adam a.s. Keduanya smula berada di dalam surga, dapat menikmati seluruh keindahan, kesejahteraan, kemakmuran, dan kedamaian. Akan tetapi, Adam dan Hawa mempunyai kesalahan besar, yang menyebabkan keduanya mendapatkan ganjaran setimpal dari Allah SWT.

Allah melarang keduanya mendekati buah Khuldi, buah keabadian/kekekalan. Hal ini diabadikan di dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah: 35,

وكلنا يا ادم اسكن انت وزوجك الجنة وكلا منها رغدا حيث شئتما ولا تقربا هده الشجرة فتكونا من الظالمين.

“Kami berfirman,”Hai Adam, diamilah bersama istrimu di Surga ini, dan makanlah beberapa makanan yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai. Dan janganlah kamu dekati pohon Khuldi ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” QS. Al-Baqarah: 35.

Mendengar ayat tersebut, Iblis serta merta menggoda Adam dan Hawa. Emang, dulu sebelum terjadinya peristiwa Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi, posisi Iblis masih sejajar dengan Malaikat. Kala itu nama Iblis adalah Azazil. Bahkan, tempatnya Iblis juga berada di Surga. Menjadi Makhluk Allah yang paling taat waktu itu. Mendengar ayat-ayat suci dari Allah, Iblis tidak merasa risih atau kepanasan istilah sekarang ini. Akan tetapi, berkembangnya zaman, Iblis saat ini sangat tidak suka atas ayat-ayat suci Al-Quran. Makanya, kalau ada Mahasiswa yang kesurupan, langsung saja ambil air wudlu, terus bacakan ayat suci Al-Quran, Insya Allah akan segara ... segara selesai cerita itu, maksudnya segara sadar kembali.

Kembali ke topik awal. Iblis bersama bala tentaranya membuat siasat/semacam RPP bahasa sekarang ini. Rencana Pelaksanaan Perayuan. Jadi, Iblis sudah ramai-ramainya membicarakan dan merencanakan agar Adam beserta Hawa bisa memakan buah Khuldi, buah yang dilarrang untuk dimakan oleh Allah. Apa sih buah Khuldi itu? Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Thoha: 120,

فوسوس اليه الشيطان قال يا ادم هل ادلك على شجرةالخلد وملك لايبلى.

“Kemudian Setan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata,”Hai Adam, maukah aku tunjukkan kepada kamu pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Begitu pula pada QS. Al-A’raf: 20,

وقال ما نهاكما ربكما عن هده الشجرة الا ان تكونا ملكين اوتكونا من الخالدين.

“Stan berkata, “Tuhanmu (Allah) tidak melarangmu mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam Surga).”

Inilah tabiat kita sebagai manusia dirayu oleh Iblis. Tabiat yang ingin hidup kekal di dalam kesenangan. Akan tetapi, hal itu dinyatakan oleh Adam dan Hawa, yakni Adam dan Hawa terkena rayuan Iblis. Itu artinya, RPP Iblis berhasil. Dan akibatnya Iblis dan Hawa mendapatkan cobaan dari Allah, antara lain: dicerca oleh Allah (QS. Al-A’raf: 22), dibuka aib/auratnya (QS. Thoha: 121)

فاْكلا منها فبدت لهما سواتهما وطفقا يخصفان عليهما من ورق الجنة وعصى ادم ربه فغوى.

“Keduanya memakan dari buah pohon itu. Lalu tampaklah bagi keduanya, aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun yang ada di Surga. Durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”

Selain itu, cobaan lainnya adalah diubah warna kulitnya. Dan Allah masih menyisakan warna kulit Adam dan Hawa kepada kita, yaitu pada warna kulit kuku, kecuali yang dipitek/warna. Itulah warna kulit Nabi Adam dan Hawa, tampak bercahaya. Kalau kita menggosok-nggosok kuku kita dengan serpihan keramik atau sejenisnya, bisa-bisa akan bertambah menawan. Betul apa betul?

Khusus untuk Hawa, Allah mengujinya dengan haid setiap bulan. Betul? Berat saat mengandung anak. Betul? Warisannya setengah dari bagian laki-laki. Betul? Punya iddah, yaitu tenggang waktu menikah setelah cerai. Betul? Berbeda dengan kaum Adam. Baru saja ditinggal istrinya, langsung lirak-lirik. Betul? Alhamdulillah. Tidak punya hak cerai, hanya punya hak menggugat. Betul? Tetapi, zaman sekarang ini lain. Istri bisa menceraikan suami dengan cara yang sangat halus, yakni pergi keluar negeri tanpa kembali dengan dalih mencari rezeki. Hmmm.... kemudian, tidak diangkat menjadi nabi? Betul? Seluruh Nabi pasti berasal dari kaum Adam. Yang terakhir, di bawah pimpinan laki-laki. Betul apa betul? Betul apa betul? Akan tetapi, hal ini bisa dibuktikan oleh Jurusan bahasa kita, eeeeh bahasa Asing/bahasa Inggris maksud saya bahwa laki-laki bisa dibawahi oleh perempuan. Maksudnya, Kajur bahasa Inggris adalah perempuan, Bu Pungki. Hehehe, betul??? Hal itu artinya laki-laki bisa di bawah pimpinan perempuan.

Berbeda lagi kalau Jurusan bahasa Indonesia. Perempuan di bawah pimpinan laki-laki. Kebetulan, Kajur JBSI adalah Bapak Suyatno, yang menunjukkan laki-laki. Betul? Bentar-bentar.... (diam) ada kesalahan berbahasa secara semantik. Kebetulan kajur JBSI adalah Bapak Suyatno yang menunjukkan laki-laki. Maaf, tidak kebetulan, tetapi melalui proses yang panjang. Dan menunjukkan laki-laki bahwa Bapak Suyatno adalah seorang... dari kaum Adam. Tepok tangan untuk Jurusan bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan Jurusan lainnya yang belum sempat disebutkan... prok prok prok...

Dan, cobaan terakhir adalah dipisahkannya antara Adam dengan Hawa. Yang semula berdua kesana kemari di dalam Surga. Pasca itu, keduanya diturunkan ke Bumi dan posisinya pun berpisah. Adam berada di Jedah/Mekah, sedangkan Hawa berada di Hindia. Keduanya merasa kesepian. Sekian lamanya, Adam menyesali perbuatannya. Untuk menghiburnya, Adam diberi doa oleh Allah: doa ini sering dijadikan pujian dalam Masjid, Mushola, Surau, atau kos bagi yang ngekos, apa itu?

ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين.

“Ya Tuhan kami, kami telah berbuat zalim terhadap diri kami sendiri. Jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Akhirnya, Allah Yang Maha Rahman Rahim (kasih sayang) mengampuni dosa-dosa keduanya. Kemudian, mempertemukan keduanya di Arafah. Dan di situlah keduanya memulai kehidupan baru, di muka bumi, sampai melahirkan sekian banyaknya manusia, di antaranya adalah kita.

Itulah salah satu peristiwa luar biasa, yakni Allah mengampuni dosa-dosa yang diperbuat oleh Nabi Adam dan Ibunda Hawa. Ada lagi: Allah mendaratkan kapanya nabi Nuh a.s. di Jabal Jud. Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api. Allah menciptakan surga, neraka, langit, dan bumi pada bulan Muharam. Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari kekejaman Firaun. Allah membinasakan Firaun. Allah menerima amalan orang yahudi yang memberi sedekah kepada fakir miskin, soalnya yahudi ikhlas dan di akhir hidupnya Yahudi masuk Islam. Kemudian, Allah membebaskan Nabi Yunus a.s. dari ikan Nun karena Nabi Yunus a.s.

Nabi Yunus a.s. juga pernah hampir putus asa. Beliau meminta kepada Allah agar azab Allah disegerakan kepada kaumnya yang membangkang. Kemudian, setelah 40 hari yang dijanjikan Allah, azab tersebut turun. Akan tetapi, azab Allah dicabut lantaran ada sebagian kaumnya yang bertobat kepada Allah.

Nabi Yunus a.s. bersama pengikutnya meninggalkan negeri yang sedang diazab Allah. Di tengah-tengah lautan, Nabi Yunus a.s. punya firasat bahwa ombak laut akan menenggelamkan salah satu dari penumpang, dan itu adalah Nabi Yunus a.s. Semua penumpang tidak percaya kalau Nabi Yunus a.s. orang yang saleh akan ditelan ombak. Akhirnya diadakan undian. Dan benar. Yang keluar selalu nama Yunus dalam tiga kali kopyokan. Terus, Yunus menceburkan dirinya ke laut. Belum sampai menyentuh air, Ikan Nun sudah siap menelan. Yunus berada di dalam perut ikan Nun selama 40 hari-40 malam. Waktu yang tidak sedikit. Di dalam perut ikan tersebut, Yunus bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan bertakbir kepada Allah. (baca Subhanallah... ila akhirihi)

Allah membebaskannya pada bulan Muharam. Dan Yusuf a.s. mendapatkan nasehat dari Allah bahwa seorang Nabi tidak boleh meninggalkan kaumnya, tidak boleh berputus asa, apalagi mendoakan yang tidak baik kepada kaumnya. Seketika itu juga, Nabi Yusuf a.s. bertobat kepada Allah. Itulah sekilas rangkaian peristiwa luar biasa yang diabadikan di dalam Al-Quranulkarim. Dan itu juga yang menjadi dasar mengapa bulan Muharam dikatakan sebagai bulan yang mulia.

Imam Hasan Basri r.a. mengatakan bahwa bulan Muharam adalah bulan termulia setelah bulan Ramadhan. Bulan ramadhan puncak kemuliaan ada pada sepuluh hari terakhir, sedangkan bulan Muharam puncak kemuliaannya ada pada sepuluh hari awal.

Adapun amalan yang dianjurkan pada bulan Muharam adalah: bersedekah yang lebih dari biasanya. Kalau biasanya bersedekah 10 ribu untuk mengisi kotak masjid/mungkin 50 ribu pada hari Jumat, sedekah pada bulan Muharam bisa meningkat menjadi 100 ribu. Apalagi, masjid kita ini sedang dalam masa pembangunan. Tentu saja, membutuhkan biaya. Semoga pembangunan masjid FBS mendapatkan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dari Allah... alfatihah...

Amalan berikutnya adalah mengusap rambut kepala anak yatim. Ingat, rambut kepala!!! Bukan rambut lainnya, apalagi rambut wig/rambut pasangan. Hehehe. Kemudian, berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharam. Tidak boleh bertengkar, tawuran, bermusuhan, peperangan, atau berbuat maksiat.

RAHASIA KESUKSESAN PARA NABI

Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk meraih kesuksesan, terutama kesuksesan pada bulan Muharam. Hal ini merupakan kiat-kiat atau rahasia kesuksesan para Nabi. Allah berfirman dalam QS. Al-Anbiya: 90,

انهم كانوا يسارعون فىالخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانو لنا خاشعين.

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan. Mereka berdoa kepada Kami (Allah) dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”

Pertama, para Nabi selalu bersegera dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan. Di saat semua orang menyembah berhala, Nabi Ibrahimlah yang kali pertama menyembah Allah waktu itu. Di saat semua orang berbuat aniaya/pembunuhan, Nabi Isalah yang kali pertama mengejarkan kasih sayang kepada sesama. Di saat semua orang terjerumus dalam kebodohan/jahiliyah/kegelapan dalam segala bidang, Nabi Muhamadlah yang kali pertama membawa penerangan dengan cara-cara yang gemilang, super power, dan penuh dengan keteladanan. Makanya, bulan Muharam ini, mari kita segerakan berbuat kebaikan-kebaikan. Yang sudah seminar proposal, harus lebih fokus untuk persiapan Skripsi. Sehingga ada doa: semoga jurusan bahasa Inggris ada Mahasiswa yang lulus 7 semester. Insya Allah... lulus 7 semester dengan predikat terbaik se-Fakultas. Amiin. Jangan punya inisiatif, lulus kurang 7 semester, sehingga genap menjadi 14 semester. Sama-sama lulus dengan predikat tanpa ada penghormatan. DO. Sama halnya kayak aba-aba di dalam PBB: tanpa penghormatan, Bubar Barisan Jalan. Na’udzubillah...

Kedua, para Nabi berdoa dengan penuh harap dan cemas. Meskipun Nabi Muhamad SAW adalah maksum, terbebas dari dosa, Nabi Muhamad dalam sirah nabawi berdoa dengan rendah hati, penuh harap, dan merasa cemas terhadap perilaku kaumnya. Ingat, tatkala Nabi Muhamad mendekati ajal. Beliau pingsan selama setengah hari. Kemudian, siuman dan menanyakan: umatku, umatku, umatku, tiga kali. Nabi Muhamad mengatakan kepada Aisyah,”Biarkanlah aku saja yang merasakan sakitnya sakaratul amut ini dari seluruh umatku.” Betapa mulianya Rasulullah SAW. Makanya, mari kita berdoa kepada Allah dengan penuh harap dan cemas. Hari ini adalah hari Kamis. Nanti, malam jumat. Ada beberapa waktu yang dikabulkannya segala doa, antara lain: di kala bersujud, selesai shalat, dan malam jumat. Tafadhol, nanti berdoa sesuai dengan harapan-harapan njenengan... dan merasa cemaslah jika doa kita kok sulit dikabulkan. Bisa jadi karena kemaksiatan yang kita perbuat.

Ketiga, para Nabi selalu khusyuk dalam mengerjakan segala sesuatu, terutama shalat. Mari kita koreksi shalat kita. Agar khusyuk, mari belajar shalat dengan membaca rukun-rukun dan sunah-sunah qouliyah shalat dengan baik dan benar. Contoh, baca doa rukuk tiga kali, doa sujud tiga kali, dan lainnya. Lebih-lebih, bisa mendirikan shalat malam/qiyamul lail. Karena di keheningan malam itulah, kita bisa merasakan kekhusyukan dalam shalat. Kekhusyukan shalat dapat berpengaruh positif pada kuliah. Misalnya, Mahasiswa yang telat berangkatnya, telat mengumpulkan tugas-tugasnya kepada bapak Ibu Dosen, dll. bisa jadi karena kurangnya kekhusyukan dalam shalat.

Semoga, uraian singkat ini dapat memberikan tambahan ilmu kepada kita. Dan mudah-mudahan Allah memberikan hidayahnya kepada kita untuk semangat dan kuat dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan. Amiin.

Demikian. Mohon maaf apabila ada salah kata dan salah sikap. Billahi taufiq wal hidayah...

Wasalamualaikum wr.wb


Ceramah disampaikan di Jurusan Bahasa Inggris, Unesa Kampus Lidah, Kamis (15 Desember 2011)

PROSES BANGKITNYA PERSATUAN GURU NAHDHATUL ULAMA (PERGUNU)

Menyadari betapa sangat pentingnya peranan guru dalam nation and character building bangsa, khususnya pembangunan jam’ iyah NU kini dan masa yang akan datang serta dalam kenyataan kehidupan berbangsa dan bernegara di negara Indonesia saat ini yang dilanda krisis multi demensi, terutama krisis moral religius, para pemerhati dan pemeduli akan pendidikan nasib Nahdlatul Ulama mendatang terdorong untuk membangun kembali PERGUNU di daerah kota tercinta ini.

Tujuan kebangkitan PERGUNU ialah memulihkan kembali peranan guru yang berkepribadian islami Ahlussunnah wal Jama’ah dalam membangun bangsa yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.

Kami menyadari bahwa guru-guru NU selama kurang lebih 30 tahun (1970—2002) dalam era Orde Baru sampai saat ini bercerai berai karena tidak memiliki wadah secara jelas. PERGUNU yang sudah ada sejak tahun 1952 terbelenggu tak berdaya dengan politik monoloyalitas pemerintah orde baru. PERGUNU pada waktu itu (1952—1970) merupakan organisasi onderbow Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah sekaligus sebagai partai politik. Jadi, pantas saja bila pada masa orde baru di pandang sebagai organisasi yang akan menghambat politik Orde Baru.

Akibatnya, PERGUNU ditekan sedemikian rupa agar tidak berdaya sama sekali. Bahkan, era Nahdlatul Ulama kembali khithoh, PERGUNU sudah hilang dari daftar sebagai organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama sampai sekarang.

Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Padahal, kami yakin bahwa NU besar disebabkan oleh guru, ustadz, kyai, atau mu’allim (pengajar) di Pesantren, Mushola dan Madrasah. Bahkan, nasib guru-guru NU selama ini termarjinalkan oleh suatu sistem yang tidak sehat dan sulit bersaing dengan guru-guru di luar NU. Bahkan, guru-guru NU sampai saat ini masih mengalami trauma berat terhadap keberadaan sistem Orde Baru. Lebih-lebih, praktek dari sistem Orde Baru sampai saat ini masih berlaku kuat. Akibatnya, guru-guru NU sudah tidak memiliki wadah, jaringan dan advokasi terhadap permasalahan yang mereka hadapi.

Atas dasar kenyataan tersebut, kami berjuang keras membangkitkan kembali PERGUNU sebagai wadah untuk membangun profesi guru, kualitas SDM, dan kesejahteraan guru dari warga Nahdlatul Ulama dengan berpegang pada paradigma baru, yakni PROFESIONALISME sebagai berikut.

a. Keimanan dan ketakwaan yang tingi.

b. Memiliki kompetensi ilmiah.

c. Guru yang ahli di bidangnya.

d. Konsisten dalam melaksanakan tugas profesi dengan manajemen.

e. Administrasi yang baik dan benar.

f. Disiplin yang tinggi.

g. Dedikasi yang tinggi.

h. Tidak berafiliasi dengan partai oplitik manapun yang ada.

Kini gagasan itu secara organisasi telah terwujud dengan nama PERGUNU. Pada tanggal 31 Maret 2002 Pengurus Wilayah PERGUNU di Jawa Timur terbentuk. Bahkan, di Jawa Timur sudah terbentuk cabang-cabang kurang lebih 50% dari daerah kota atau kabupaten se-Jawa Timur. Pada tanggal 15 Desember 2003, telah terbentuk Pengurus Pusat PERGUNU sebagai hasil keputusan tim sembilan (formatur) yang direkomendasikan oleh PBNU.

Yang paling menggembirakan sampai saat ini telah terbentuk Pengurus Wilayah PERGUNU di seluruh Jawa. Bahkan, PERGUNU sudah mendapatkan respon positif dengan terbentuknya Pengurus Wilayah PERGUNU di Sulawesi dan daerah lainnya.

Kami sangat optimis bukan saja dengan terbentuknya Pengurus Wilayah PERGUNU di Nusantara, melainkan juga guru adalah human reshorsis pembangunan dan keilmuan. Jika semuanya dikelola dengan baik, PERGUNU akan menghasilkan suatu kekuatan positif yang dasyat an dapat membuat net work ke semua lini dan sektor kehidupan bangsa ini dengan program kerja yang tepat dan produktif. Pada gilirannya, NU akan menuai sukses besar di masa mendatang.

KILAS BALIK PERGUNU

Potret PERGUNU era praorde baru sebagai berikut.

1. Pada tahun 1952 dalam konferensi Ma’arif se-Indonesia diputuskan akan membentuk Organisasi Guru NU, maka Cabang Ma’arif Surabaya diberi mandat sebagai sponsor dalam pembentukan Organisasi PERGUNU.

2. Pada tangal 1 Mei 1958, Cabang Ma’arif Surabaya berhasil membentuk Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (PERGUNU) Cabang Surabaya.

3. Pada tanggal 14 Februari 1959, Cabang PERGUNU Surabaya berhasil membentuk Pengurus Pusat PERGUNU sebagai berikut.

a. Ketua Umum : Basori Alwi

Ketua I : Ali Mustakim

b. Penulis Umum : Mudjri Dahlan

Sekretaris I : M. Muhaimin Harjono

Sekretaris II : M. Nadji Ghozali

c. Bendahara Umum : Alwi Rahmad

Bendahara I : Achjab Sja’roni

4. Pada tanggal 17—20 Oktober 1958, diselenggarakan Mukhtamar PERGUNU pertama di Surabaya yang diikuti oleh 27 Pengurus Cabang. Hasil Mukhtamar adalah memutuskan dan menetapkan AD/ART, serta menetapkan susunan Pengurus Pusat PERGUNU sebagai berikut.

a. Ketua Umum : Basori Alwi

Ketua I : M. Fauzi

Ketua II : Ali Mustakim

b. Penulis Umum : H. A. Zaki Gufron

Sekretaris I : Mudjri Dahlan

Sekretaris II : Muhaimin Harjono

c. Bendahara : Alwi Rahmat

5. Pada tahun 1960 dengan pengurus:

a. Ketua Umum : Basori Alwi

Ketua I : Abdullah H.S.

Ketua II : Ali Mustakim

b. Penulis Umum : Mardji’i Syam

Sekretaris I : Mudjri Dahlan

Sekretaris II : Muhaimin Harjono

c. Bendahara : Alwi Rahmat

6. Pada tahun 1966 diadakan Mukhtamar II PERGUNU.

a. Ketua Umum : Mardji’i Syam

Ketua I : M. Fauzi

Ketua II : Ali Mustakim

b. Penulis Umum : H. A. Zaki Gufron

Sekretaris I : Mudjri Dahlan

Sekretaris II : Muhaimin Harjono

c. Bendahara : Alwi Rahmat

Sekretariat PERGUNU di pindah ke Jakarta karena Ketua Umum, Bapak Madji’i Syam diangkat sebagai DPRD RI wakil dari NU.

7. Pada tahun 1968 masa keemasan bagi PERGUNU karena beberapa hal:

a. Sebagian besar kader PERGUNU dapat menduduki jabatan penting di dalam departemen agama.

b. PERGUNU wilayah Jawa Timur pada waktu itu Ketua Umum dijabat oleh Djamaludin Abdullah, B.A. berhasil memperjuangkan 20.000 guru dari warga NU diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Departemen Agama.

c. Cabang-cabang PERGUNU menunjukkan aktivitas yang tinggi. Bahkan, sebagian besar telah memiliki kantor sendiri.

8. Pada tahun 1970 PERGUNU benar-benar tidak berdaya dan tidak menampakkan aktivitasnya sebagai organisasi profesional dan posisi NU dipeta politik Nasional makin menurun. Bahkan, ketika NU kembali ke Khittoh, melepaskan diri dari gerakan politik praktis mengakibatkan PERGUNU lenyap dari daftar onderbow NU sampai tahun 2000. Hal itu karena di setiap Mukhtamar NU tidak ada yang mewakili PERGUNU.

KEBANGKITAN PERGUNU

Kebangkitan kembali PERGUNU tidaklah datang dari kaum elite Nahdhatul Ulama, tetapi dari bawah (Buttem Up). Secara kronologis, kebangkitan PERGUNU sebagai berikut.

1. Pada tanggal 20 Oktober 2001 diselenggarakan diskusi kelompok kecil yang dimotori oleh H. Abdul Latif Mansyur di Jombang dengan melahirkan gagasan menghidupkan kembali Organisasi Guru Nahdhatul Ulama dan muncullah nama Persatuan Guru Nahdhatul Ulama disingkat (PERGUNU).

2. Pada tanggal 3 November 2001 terbentuk panitia silaturahim yang diketuai oleh H. Abdul Latif Mansyur untuk merancang terbentuknya PERGUNU di Jawa Timur.

3. Pada tanggal 5 Januari 2002 diselenggarakan pertemuan di Kantor Wilayah NU untuk membentuk Tim Bangkitnya PERGUNU Wilayah Jawa Timur yang diketuai oleh H. Djamaludin Abdullah, B.A.

4. Pada tanggal 10 Januari 2002 diselenggarakan rapat Tim Kebangkitan PERGUNU di Pon.Pes. Al-Halim Miftahul Ula Kertosono Nganjuk untuk menyempurnakan susunan anggota Tim Kebangkitan PERGUNU.

5. Pada tanggal 13 Januari 2002 bersamaan dengan dialog interaktif antarumat beragama yang diselenggarakan di Pon.Pes. Al-Halim Miftahul Ula Nglawak Kertosono Nganjuk yang dihadiri oleh KH. Abdur Ramhan Wachid. Dan pertemuan anggota tim PERGUNU untuk mempertajam pembentukan PERGUNU Wilayah Jawa Timur sekaligus saat itu yang mendapat surat rekomendasi persetujuan KH. Abdur Rahman Wachid (sebagaimana terlampir dari hsil Musyawarah tanggal 30—31 Maret 2002), makan dapat disusun secara kongkrit sebagai berikut.

a. Tim Kebangkitan PERGUNU Wilayah Jawa Timur dan berhasil mengirim surat kepada Pengurus Cabang NU seluruh Jawa Timur dengan meminta bantuan agar memfasilitasi pembentukan Pengurus Harian Sementara dan mengirimkan ke Tim Kebangkitan PERGUNU di Nganjuk Jawa Timur.

b. Pada tanggal 29 Januari 2002 mengadakan pertemuan di Pon.Pes. Al-Aziziyah Denanyar Jombang untuk menyusun langkah penyebaran informasi pembentukan draf AD/ART ke seluruh Jawa Timur.

c. Pada tanggal 10 Februari 2002 diadakan rapat pengurus lengkap Tim Kebangkitan PERGUNU di Pon.Pes. Al-Halim Miftahul Ula Nglawak Kertosono Nganjuk Jawa Timur dengan hasil akan mengadakan Musyawarah PERGUNU pada tanggal 30—31 Maret 2002 bertempat di Pon.Pes. Amanatul Ummah di Jln. Siwalan Kerto Utara No. 56 Surabaya.

UAS STAIM

A. Kerjakan dengan singkat dan tepat!

  1. Jelaskan mengapa praktik ibadah masih diajarkan di STAIM, padahal pelajaran tersebut telah diajarkan di sekolah/madrasah tingkat dasar sampai lanjutan atas!
  2. Tuliskan dalil bahwa beribadah kepada Allah harus ihlas semata-mata karena Allah!
  3. Jelaskan mengapa amal ibadah harus sedini mungkin diajarkan kepada anak dan usia berapa anak dikenai hukuman jika meninggalkan sholat!
  4. Jelaskan hikmah diwajibkannya zakat harta dagangan dan bagaimana tata caranya!
  5. Jelaskan hikmah haji dan sebutkan urutan pelaksanaan haji ifrad!

B. Gabungkan kalimat atau pernyataan yang dimulai huruf (A s.d. T) dengan yang dimulai dengan angka (1 s.d. 25) yang sesuai:


A. Arti ibadah menurut istilah syar’i.

B. Dalil yang menyatakan sholat berat

kecuali bagi yang khusuk.

C. Tanda orang yang sholatnya khusuk.

D. Tujuan utama sholat adalah...

E. Anggota tubuh yang menghadap kiblat pada waktu sholat adalah...

F. Anggota tubuh yang menghadap kiblat pada waktu thowaf adalah...

G. Haji yang mabrur masuk surga.

H. Larangan berduaan bagi laki- laki

dengan perempuan yang bukan mahrom/ isterinya.

I. Ayat tentang tujuan puasa adalah...

J. Hikmah puasa di antaranya adalah...

K. Makmum masbuq masih mendapat

Pahala jamaah jika ia....

L. Niat sholat jamak takhir.

M. Prinsip dasar muamalah antar umat.

N. Wanita boleh menikah jika....

O. Dalil yang menyatakan bahwa orang

Beribadah haji tidak boleh bertengkar dan fasiq adalah...

P. Zakat fitrah untuk....

Q. Niat ihrom haji tamattu’ muqimin di Makah adalah...

R. Yang berhak menerima Zakat harta.

S. Dalil yang menyatakan pahala orang

yang berpuasa adalah...

T. Orang yang sah melaksanakan akad nikah.



1. الحخ المبرور ليس له الجزاء الا الجنة

  1. ياايها الدين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الدين من قبلكم لعلكم تتقون
  2. Pada waktu shalat yang pertama
  3. لايخلون احدكم مع غيردي محرم
  4. Dapat takbir ihrom sebelum imam mengucapkan salam pertama
  5. لاتظلم ولاتظلم
  6. Setelah dapat izin walinya
  7. ومن فرض فيهن الحج فلا رفث ولا فسوق ولا جدالا
  8. من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفرله ماتقدم من دنبه
  9. Dada lurus dengan kiblat
  10. واستعينوا باصبر والصلاة وانها لكبيرة الا على الخاشعين
  11. Tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya dengan taat terhadap perintah dan larangan-Nya
  12. اقم الصلاة لدكر
  13. Di luar tempat ia tinggal
  14. Delapan kelompok orang
  15. Dalam waktu shalat kedua
  16. Seluruh tubuh harus lurus dengan kiblat
  17. Wali manten laki-laki
  18. Bahu kiri lurus dengan ka’bah
  19. الدين يظنون انهم ملاقوا ربهم وانهم اليه راجعون
  20. Sembilan kelompok orang
  21. والدين هم في صلاتهم حافظون
  22. Memberi makan orang miskin
  23. Wakil wali manten perempuan
  24. Ia telah mencintai calonnya